Aspirin dan Manula

Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan bahwa sebaiknya manula mengkonsumsi aspirin setiap hari untuk mencegah timbulnya serangan jantung.

Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak. Aspirin mampu membuat plak menjadi encer dan membuka jalur pembuluh darah. Namun menurut The British Heart Foundation masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meresepkan aspirin bagi manula.

Saat ini aspirin diresepkan untuk membantu pasien yang yang pernah terkena serangan stroke dan jantung serta pada pasien hipertensi yang beresiko tinggi terkena serangan jantung.

Aspirin tidak cocok bagi pasien yang mudah mengalami pendarahan karena pada beberapa orang dapat menimbulkan efek samping pada lambung.

Lansia Perokok Beresiko Serangan Jantung

Selama ini batuk selalu dihubungkan dengan paru-paru namun menurut penelitian yang dilakukan oleh DGP di Werne, Jerman, pria usia lanjut yang merokok dan mengalami batuk beresiko terkena serangan jantung. Resiko ini semakin besar apabila pasien bermasalah dengan kesehatan jantungnya. Masalah jantung merupakan akibat dari penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Hal ini menambah tekanan pada pembuluh darah, kemudian paru-paru tidak dapat memperoleh oksigen secara cukup yang mengakibatkan beberapa saat kemudian jantung berdetak lebih cepat dan menjadi lelah. Makanan berlemak juga memperburuk keadaan karena menyebabkan terjadinya penebalan pada dinding pembuluh darah bagian dalam. Pria yang mengalami obesitas membuat keadaan semakin buruk. Pasien COPD ( penderita paru obstruktif kronik ) harus sering dipantau detak jantungnya dan didengarkan, apabila terjadi irama jantung yang diluar kebiasaan agar segera bisa ditangani. Semakin cepat ditangani semakin besar kesempatan untuk sembuh. Napas terenga-engah ( napas pendek ) dan lemahnya denyut jantung dapat diatasi dengan obat-obatan dan latihan olah raga ringan dibawah pengawasan dokter.

Khitan Melindungi Pria dari HIV

KOMPAS. Tiga studi yang dipublikasikan pada Rabu (17/12/08 mengungkapkan pengkhitanan alat kelamin pada laki-laki dapat melindungi mereka dari virus HIV yang mematikan dan virus lainnya yang menyebar lewat hubungan seksual seperti virus yang menyebabkan kanker serviks.

Laporan tersebut terdapat pada Jurnal Penyakit Berinfeksi. Hal itu menimbulkan perdebatan apakah pengkhitanan lebih baik dilakukan pada saat dewasa atau saat baru lahir.

Dr Bertran Auvret dari Universitas Versailes, Prancis, dan koleganya di Arika Selatan meneliti lebih dari 15% pria yang sudah dikhitan dan 22% pria pria yang belum dikhitan terinfeksi virus HIV atau virus papiloma manusia ( human papiloma virus/ HPV ) yang menyebabkan kanker serviks.

Mereka melaporkan, khitan dapat menghindarkan laki-laki dari ancaman virus HIV yang menular lewat hubungan seksual.

Lebih 33 juta orang di seluruh dunia terinfeksi AIDS, yang belum ada obat dan vaksinnya. HPV juga merupakan infeksi yang paling banyak disalurkan lewat hubungan seksual, dengan korbannya di AS sekitar 20 juta orang. Infeksi itu dapat berkembang menjadi kanker serviks yang memakan korban sekitar 200 ribu wanita setiap tahunnya. (*/Reuters/X-6

Deteksi Dini Kanker Prostat

Ada terobosan untuk mendeteksi kanker prostat yaitu dengan memanfaatkan tetesan darah dari jari tangan yang kemudian dianalisa menggunakan mesin portabel. Tes ini disebut prostate specific antigen ( PSA ).

Seperti pada tes kadar gula darah dan asam urat, tes ini mampu mendeteksi kanker prostat hanya dalam waktu 10 menit. Bila hasil PSA mencurigakan, usia pasien menunjang dan ada riwayat kelaurga yang menderita kanker maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lajut.

PSA merupakan protein yang diperiksa ketika kalejar prostat mengalami kerusakan. PSA tergolong normal bila hasilnya kurang dari empat nanogram per mililiter darah. Penaksiran level PSA merupakan langkah vital untuk memonitor pertumbuhan dari kanker prostat.

Namun tes ini kurang bermakna bagi kelompok yang membutuhkan monitor secara rutin atas penyakitnya, begitu pendapat dr Tim Lamer dari Brighton and Sussex University Hospitals.

Pentazocine, Membantu Mencegah Kebutaan


Obat anti nyeri, pentazocine, dapat digunakan untuk mencegah kerusakan retina yang disebabkan oleh diabetes melitus, demikian kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian yang di lakukan oleh Vision Discovery Institute, MCG’s School of Medicine.

Dr Sylvia Smith, ahli biologi sel retina, dalam studinya membandingkan retina tikus diabetes yang diberi pentazocine dan kelompok lain yang tidak diberi pentazocine. Keduanya menunjukkan perbedaan yang dramatis.

Pentazocine yang berikatan dengan reseptor sigma di retina akan membantu mengatasi dua penyebab kebutaan yaitu retinopati diabetic dan glukoma. Ikatan pentazocine dengan reseptor sigma tidak berdampak pada kadar insulin tikus diabetes. Pentazocine tidak dapat menyembuhkan diabetes melitus hanya membantu mencegah terjadinya kebutaan.

Resep Sehat bagi Diabetesi


Diabetes Mellitus bukanlah penyakit berbahaya karena diabetes mellitus adalah sindrom klinis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah.

Namun bila tidak dikontrol secara agresif sindrom tersebut akan mengakibatkan komplikasi menahun. Komplikasi tersebut melibatkan berbagai organ dalam tubuh seperti jantung, otak, tungkai bawah, mata, ginjal dan sistem jaringan syaraf. Penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit pembuluh darah perifer merupakan penyakit utama yang menyebabkan kematian pada diabetesi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan Diabetesi, antara lain :

  • Ketika memasak gunakan minyak sayur dibandingkan lemak atau mentega.
  • Masak sayuran dengan kaldu rendah lemak atau menggunakan air.
  • Bumbui masakan dengan rempah alami.
  • Pilihlah selai tanpa pemanis dibandingkan mentega atau margarin.
  • Makanlah sereal dengan susu tanpa rum ( skim ).
  • Konsumsilah keju dan yoghurt bebas lemak.
  • Minum jus buah tanpa tambahan gula.
  • Konsumsi ayam tanpa kulit.
  • Panggang, bakar atau goreng daging tanpa minyak.
  • Gunakan lemon dan jeruk nipis untuk menggantikan mentega atau saus.
  • Roti gandum dan sereal lebih baik daripada roti biasa.

Migrain dapat Menurun pada Buah Hati

Migrain dikenal sebagai sakit kepala sebelah. Penyakit ini banyak diderita orang sehingga dianggap sebagai penyakit umum dan biasanya tidak dilakukanpenangan seara serius padahal orang yang sering migrain lebih beresiko terhadap beberapa gangguan kesehatan seperti stroke.

Migrain merupakan kelainan pembuluh syaraf ( neurovaskuler ) yang disebabkan oleh meningkatnya kepekaan sebagian otak. Sensitivitas itu membuat diameter pembuluh darah otak mengecil, aktivitas saraf perasa dikepalapun meningkat sehigga muncul rasa sakit.

Sensitivitas otak bisa diturunkan sehingga migrain juga bisa diturunkan kepada anak. Anak yang memiliki orang tua menderita migrain beresiko migrain 75 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki turunan migrain.

Ibu hamil yang mengalami migrain beresiko melahirkan bayi dengan ukuran kecil sekalipun usia kehamilan normal. Kondisi ini sangat membahayakan bayi karen adapat mempengaruhi perkembangan otal sehingga dapat mempengaruhi kecerdasannya.

Ada beberapa faktor yang memicu timbulnya migrain, seperti stress berat, pola makan yang salah, kurang tidur, minim istirahat, gula darah tinggi dan pengaruh hormon, terutama dikala menstruasi.

Migrain banyak dialami oleh mereka yang berusia produktif, 15 – 45 tahun, sehingga dapat menggangu produktivitas kerja.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.