Sakit ketika ML

ML bagi suami istri adalah suatu momen dimana mereka saling mengungkapkan kasih sayang mereka kepada pasnagan lewat aktivitas fisik. Sudah seharunyalah ML adalah kegiatanyang menyenangkan bagi suami istri.

Namun sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah majalah di Jepang, hasilnya sangat mengagetkan. Dari survey tersebut diketahui bahwa 72% koresponden mengalami kesakitan ketika ML. 12% selalu merasa sakit, 18% sekali dua kali merasa sakit dan 70% beberapa kali merasa sakit.

Survey lain yang pernah dilakukan di Jakarta memberikan hasil 34.12% responden mengaku saat berhubungan dengan pasangannya mengalami dispareunia, vaginismus dan nyeri. Dispareunia, vaginismus dan nyeri termasuk dalam disfungsi seksual pada wanita.

Menurut konsensus internasional pada tahun 1999, disfungsi seksual pada wanita diklasifikasikan menjadi empat yaitu :

  • Kelainan libido atau gairah
  • Kelainan arousal ( vagina kering )
  • Orgasmic disorder
  • Nyeri ( dispareunia, vaginismus dan nyeri )

Yang dimaksud dengan dispareunia adalah nyeri berulang atau selalu nyeri pada saat bersanggama. Sedangkan yang dimaksud dengan vaginismus adalah kejang oto di sekitar vagina yang menghalangi penetrasi penis. Dan yang dimaksud dengan nyeri adalah timbulnya nyeri pada vagina yang disebabkan bukan oleh rangsangan seksual.

Rasa sakit ketika ML dapat disebabkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan penyakit.

  • Sakit saat penetrasi

Dapat disebabkan oleh infeksi dibagian luar yang disebabkan oleh jamur candida, bakteri atau infeksi yang disebabkan oleh penyakit menular seksual.

  • Sakit saat gerakan piston

Kemungkinan disebabkan oleh infeksi berlanjut pada vagina yang disebabkan oleh jamur chiamidia, infeksi rahim, pembengkakan otot rahim atau karena kelainan lain pada rahim maupun ovarium.

Pada umumnya istri merahasiakan rasa sakit ini terhadap suami dengan alasan ingin mejaga perasaan pasangannya. Namun terus menerus menahan sakit ketika ML dapat mempengaruhi psikis sehingga menimbulkan pikiran bahwa ML adalah sesuatu yang menyakitkan. Bila terjadi infeksi, tidak dapat segera diobati sehingga bisa menjadi parah.

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi sakit ketika ML ?

  • Lakukan persiapan

Kurang rangsangan menyebabkan vagina kurang lubrikan artinya tubuh dan perasaan wanita belum siap untuk melakkan ML. bila dipaksakan akan timbul rasa sakit bahkan lecet. Kulit yang lecet dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri dan kuman.

  • Bila merasa sakit, sampaikan kepada pasangan

Sampaikan rasa sakit yang dialami kepada pasangan agar pasangan mengerti perasaan anda dan bersama mencari penyebab dan solusinya.

  • Jangan memaksa

Jangan memaksa melakukan ML ketika tubuh sedang lelah, banyak pikiran atau sakit karena hal ini akan menyebabkan tubuh melakukan penolakan.

  • Ciptakan suasana yang mendukung

ML sangat erat kaitannya dengan perasaan karena itu ciptakan suasana yang membuat perasaan jadi tenang misalnya dengan aromatherapi, saling memijat, lampu yang tidak terlalu terang, berbincang santai sebelum ML, dan sebagainya.

Selain wanita sebenarnya pria juga bisa mengalami rasa sakit ketika ML. rasa sakit pada pria biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual misalnya herpes, infeksi jamur chiamidia. Bila pria yang menderita PMS melakukan ML maka pasangannya dapat tertular juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: